11 Fakta KELAM Najwa Sihab

Cantik, terkenal, dan memiliki banyak penggemar. Siapa wanita yang tidak ingin menjadi seperti Najwa Sihab? Perempuan yang lahir pada 16 September 1977 ini memiliki wawasan yang luas. Selain itu, ia memiliki kesempatan istimewa untuk berbicang langsung dengan banyak orang top di Indonesia. Salah satunya adalah Jokowi, Habibie, hingga Syahrini. Tidak heran, banyak perempuan di masa ini yang mengidolakan sosok perempuan perkasa yang satu ini.

Selain menjadi seorang presenter dan berkecimpung di dunia jurnalistik, Najwa Sihab juga merupakan seorang duta baca dan duta Pustaka bergerak. Meskipun bukan seorang akademisi, tapi laporan-laporan berita yang dibawakannya dinilai sangat inspiratif dan mendidik. Selain itu ia merupakan seorang sangat progresif. Setelah hengkang dari stasiun TV yang selama ini telah membesarkan namanya, Najwa Sihab mempraktikkan segala ilmu yang telah didapatkannya selama bekerja dengan mendirikan perusahaannya sendiri, yaitu Narasi TV.

Dari banyak pencapaian yang telah ia dapatkan, sosok Najwa Sihab merupakan bayangan sempurna dari seorang wanita. Cerdas, berpendidikan, berpengetahuan luas dan mandiri. Sayangnya, ada banyak pengorbanan dan hal yang belum kita ketahui tentangnya. Semua yang berhasil diraihnya tidak datang dalam sekali percobaan.

Lalu, bagaimana Najwa Sihab meraih itu semua?

_____

Salah satu cara paling umum untuk menilai keberhasilan seseorang adalah dengan melihat latar belakang pendidikannya.

Semasa SMA Najwa Sihab terpilih dan berkesempatan untuk mengikuti program American Field Service (AFS). Program ini dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya, dan mengharuskannya untuk tinggal selama satu tahun di Amerika Serikat. Najwa Sihab muda telah mendapatkan kesempatan untuk melihat dunia dan menambah wawasannya. Memiliki pemikiran yang terbuka adalah modal utama untuk bisa sukses di dunia jurnalistik.

Setelah lulus SMA, wanita yang akrab dipanggil Nana ini melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Sebuah langkah yang tentu tidak mudah dan membutuhkan banyak perjuangan. Setelah lulus, ia membuat keputusan besar dengan terjun ke dunia jurnalistik alih-alih berkecimpung di dunia hukum.

Akan tetapi, di situlah ia menemukan panggilan hidupnya. Berbagai prestasi yang berhasil ia raih selama menjadi seorang presenter berita dan acara membuatnya mampu mendapatkan beasiswa penuh dari Australian Leadership Awards. Pada tahu 2008, ia mengambil konsentrasi hukum media di Melbourne Law School Australia.

Dari sini, kita bisa melihat bahwa kesuksesan yang diraih oleh Najwa Sihab tidak pernah lepas dari pendidikannya. Najwa Sihab mungkin berasal dari keluarga yang berada dan terpandang. Ia adalah putri dari Quraish Sihab, Mentri Agama era Presiden Soeharto. Tapi satu hal yang bisa kita pelajari darinya adalah bahwa ia tidak menyi-nyiakan apa yang telah dimilikinya untuk kesenangan sesaat. Di masa muda, Najwa Sihab telah berusaha keras untuk menjadi pribadi yang lebih dari yang lainnya. Ia mampu memenangkan kesempatan dan mengalahkan banyak kontestan. Baik di tingkal SMA, maupun saat berkuliah. Akan tetapi, pencapaian yang berhasil didapatkannya tidak lantas ia membuat Najwa berpuas diri. Ia terus berusaha menambah wawasan karena itu adalah modal yang mutlak dibutuhkannya untuk bisa terus bertahan di dunia jurnalistik.

Lalu, apa saja pencapaian yang diraih oleh Najwa Sihab hingga menjadi seperti sekarang?

____

Meskipun terlihat mulus, tapi popularitas tidak datang dalam satu malam. Najwa Sihab membangun itu semua secara perlahan-lahan. Pada tahun 2001, Najwa Sihab memilih bergabung dengan Metro TV. Tapi sebelumnya, ia sempat magang selama tiga bulan di RCTI. Di Metro TV, Nana bekerja selama 17 belas tahun lamanya. Jenjang dari dari reporter, presenter di lapangan, sampai memiliki acara televisi telah dia lalui.

Di antara berbagai liputan yang pernah ia lakukan, reportase tsunami Aceh menjadi sebuah momen yang tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Lewat laporannya, Indonesia bisa melihat betapa parahnya tsunami yang melanda Aceh kala itu. Dengan berderai air mata, Nana melaporkan kondisi Aceh usai tsunami menghadang mereka. Mayat-mayat bergelimpangan, orang-orang yang selamat nampak putus asa dan pemerintah tidak siap menghadapi semua ini. Lewat laporannya, Nana menggerakkan masyarakat Indonesia untuk bahu membahu membantu Aceh. Ulasan yang tajam dan faktual membuat namanya melambung sebagai reporter terbaik di Indonesia.

Reportase dan ulasan dari Nana membuat Metro TV membuatkan sebuah acara bertajuk Mata Najwa. Acara talkshow ini mulai tayang pada tahun 2010 hingga Agustus 2017 silam. Lewat acara ini pula, Najwa mendapatkan kesempatan lebih luas untuk mewawancara banyak tokoh-tokoh ternama di Indonesia, termasuk tiga orang Presiden yang memimpin negara ini. Mata Najwa menjadi tempat bagi Nana untuk memberikan ulasan mendalam pada kasus-kasus dan isu yang dekat dengan pemerintah dan masyarakat. Dengan pemikirannya yang tajam, tak jarang Nana menohok para narasumber yang hadir dan membuat wawasan masyarakat Indonesia semakin terbuka.

Sayangnya melalui episode Catatan tanpa Titik, Najwa Sihab secara resmi mengundurkan diri dari MetroTV dan bergabung dengan Trans7 dengan membawa serta acara Mata Najwa bersamanya. Pada tahun 2018, setelah berkecimpung menjadi jurnalis selama belasan tahun tahun, Najwa Shihab mendirikan Narasi TV, sebuah perusahaan berita dan media omni-channel yang menciptakan dan mengelola beberapa jenis konten.

Selama berkarir sebagai seorang jurnalis, banyak orang memberikan pujian padanya karena ketajaman dan sikap kritisnya. Pujian tersebut tidak hanya datang dari dalam negeri, namun juga luar negeri. Najwa Sihab telah memborong sebanyak 16 penghargaan dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2017. 

___

Bolehkah saya bermimpi menjadi seperti Najwa Sihab?

Najwa Sihab menikah dengan Ibrahim Sjarief Assegaf di usia yang sangat muda, yaitu 20 tahun. Mereka bertemu di Universitas Indonesia. Suaminya Nana adalah seniornya saat kuliah. Niatan untuk menikah pada tahun 1997 sempat diragukan oleh kedua orang tua, karena menikah muda bukanlah perkara yang mudah. Tapi Najwa Sihab berhasil meyakinkan mereka berdua, dan pernikahan antara keduanya pun digelar. Pernikahan tersebut membawa anugerah seorang anak bernama Izzat Assegaf.

Bagi sang suami, Najwa Sihab adalah seorang ibu dan istri yang baik dan humoris. Sikapnya berbeda antara yang nampak galak dan tegas di layar kaca, menjadi ibu yang hangat dan manis ketika di rumah. Di antara semua hal yang berurusan dengan rumah tangga, Ibrahim hanya menyebut satu kekurangan Najwa Sihab, yaitu memasak. Dibanding dengan istrinya, pria yang berprofesi sebagai pengacara itu lebih pandai memasak di dapur. Satu-satunya hal yang tak pernah gagal dibuat oleh seorang Nana adalah brownis. Namun hal itu tidak menjadi masalah dalam rumah tangga mereka Sampai sejauh ini, pasangan yang menemukan cintanya di kampus UI itu tetap romantis dan harmonis.

Terlepas dari perjuangan dalam menempuh pendidikan, berkarir, dan usaha keras untuk meraih cita-citanya, Najwa Sihab sesungguhnya tidak berbeda dari kita semua. Dia adalah sosok wanita kebanyakan, hobi dasteran, selonjoran, dan makan gorengan. Menggilai grup band Coldplay hingga rela terbang ke Bangkok, Thailand, hanya demi menonton pertunjukan secara langsung. Dia adalah seorang anak yang terkadang membangkang perkataan orang tua, seorang ibu yang bergitu mencintai anaknya, serta seorang istri yang berusaha sekuat tenaga untuk berbakti pada suaminya.

Pencapaian luar biasa yang telah dimiliki oleh seorang Najwa Sihab membuktikan kepada kita, bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk sukses di dunia jurnalistik. Bahkan jika itu adalah seorang wanita, ibu rumah tangga, single parent, atau seorang yang berasal dari broken home sekalipun.

Tapi saya bukan Najwa Sihab. Saya tidak akan pernah menjadi seperti dia.

___

Masing-masing orang memiliki kisahnya sendiri. Apa yang mereka alami di masa lalu membentuk pribadinya di masa sekarang. Pilihan dan keputusan yang kita buat membawa kita pada setapak jalan yang berbeda dengan orang lain. Satu-satunya hal terbaik untuk dilakukan adalah dengan mengambil pelajaran dari kisah orang lain untuk menjadikan diri sendiri menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagikan pendapatmu di kolom komentar. Like, subscribe, dan nyalakan lonceng notifikasi agar kamu tidak ketinggalan konten-konten menarik lainnya dari Tanyo.id. Sampai berjumpa lagi di video selanjutnya!

0

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *