Pertanyaan Jebakan HRD Saat Interview Kerja dan Cara Menjawabnya

Saat kamu dipanggil untuk menghadiri wawancara kerja, para petinggi atau HRD dalam perusahaan yang sedang kamu lamar sebenarnya ingin mengetahui lebih lanjut tentang siapa sebenarnya kamu. Akan tetapi, tidak jarang mereka melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat menjebak.

Biasanya, pertanyaan jebakan dilontarkan tatkala mereka terlalu frustrasi untuk memilih sekian banyak kandidat unggul. Bukannya fokus pada keunggulan tiap-tiap pelamar, HRD berusaha mencari celah dengan melemparkan pertanyaan yang bersifat spontan dan kadang diluar konteks profesi yang tersedia dalam prusahaan. Misalnya tentang keluarga, kehidupan pribadi, bahkan masalah percintaan.

Hal ini dilakukan karena mereka ingin melihat reaksi natural ketika para pelamar dihadapkan pada suatu persoalan atau pertanyaan. Dalam pertanyaan jebakan, tidak ada istilah benar atau salah. Untuk itulah pertanyaan semacam ini disebut sebagai pertanyaan jebakan, karena apa pun jawabannya, akan selalu ada celah bagi HRD untuk menyerang jawaban dari pelamar. Di tahap ini, pelamat tidak diharapkan untuk menjawab dengan pertanyaan sederhana, melainkan memberikan argument yang kuat dari jawaban yang diberikannya. 

Lalu, apa saja pertanyaan-pertanyaan jebakan HRD saat interview kerja? Berikut kami sajikan daftar lengkap dan bagaimana cara menjawab pertanyaan jebakan saat wawancara kerja.

1. Apa itu kesuksesan?

Kesuksesan memiliki dimensi yang sangat subjektif. Setiap orang memiliki definisi suksesnya sendiri, dan tidak ada jawaban benar atau salah dalam menilai kesuksesan. Namun, hindari memberikan jawaban yang terlalu umum dan tidak realistis, misalnya dengan menjadi seorang presiden. Kamu harus memberikan gambaran yang tidak terlalu jauh ke depan karena sukses bisa jadi keberhasilan dalam melakukan hal-hal yang kecil.

Mencapai target kecil namun terencana akan lebih baik daripada menentukan target yang besar dan jauh, namun tidak memiliki perencanaan yang matang. Akan sangat baik jika kamu bisa menggunakan contoh sukses yang berhubungan dengan posisi yang sedang kamu lamar.

2. Apa yang kamu lakukan seandainya memendangkan hadiah 10 miliar?

Kebanyakan orang mungkin akan langsung pension muda. Tapi jika kamu menjawab demikian, kamu akan mengecewakan dirimu sendiri. Uang adalah godaan terbesar bagi seseorang. Melalui pertanyaan tersebut, pewawancara ingin mengetahui seberapa besar etos kerja yang kamu miliki. Apakah kamu akan professional dengan tetap bekerja untuk perusahaan meskipun sudah mendapat penghasilan yang cukup, bagaimana kamu mengatur keuangan dengan uang kaget yang kamu terima, serta responmu terhadap sesuatu yang tak biasa adalah apa yang ingin pewawancara lihat dari dirimu. Jika kamu asal atau sembarangan dalam menjawab pertanyaan tersebut, pewawancara mungkin akan berpikir bahwa kamu akan melakukan hal yang sama pada uang perusahaan.

3. Bagaimana Anda Mendeskripsikan Diri Anda dalam 3 Kata?

HRD tentu telah membaca semua data diri dan portofolio yang telah kamu berikan pada perusahaan. Akan tetapi, jika mereka tetap menanyakan pertanyaan ini, itu berarti mereka ingin tahu karakter sesungguhnya dari dirimu. Dari sekian banyak keahlian dan pengalaman yang tertulis dalam CVmu, apa saja yang membuatmu merasa percaya diri dan bangga dengan dirimu sendiri. Pertanyaan semacam ini cukup mudah untuk dijawab, tapi kamu tidak boleh sembarangan. Selain mengenali diri sendiri, HRD ingin tahu bagaimana kamu menilai dirimu sendiri.

Untuk menjawabnya, pilihlah 3 kata yang memang menggambarkan diri kamu, tapi tetap memiliki hubungan atau keterkaitan yang erat dengan profesi yang sedang kamu lamar. Itu berarti, kamu harus melakukan riset terlebih dahulu pada profesi yang akan kamu lamar. Misalnya saja kamu melamar sebagai seorang akuntan. Maka kamu bisa memilih kata “jujur, konsisten dan teliti.” Akan tetapi pastikan kamu benar-benar memiliki sifat tersebut, jika ingin bertahan lama dalam posisi yang kamu impikan. Hindari untuk menggunakan kata-kata negatif. Jika kamu saja menilai dirimu negative, bagaimana dengan orang lain?

4. Bagaimana Anda melihat diri anda 5 atau 10 tahun mendatang?

Pewawancara mencari kandidat yang dapat tumbuh bersama perusahaan. Dengan demikian, perusahaan tak perlu buang-buang waktu melatih dan mengembangkan pegawai yang pada akhirnya malah pindah ke perusahaan saingan. Meskipun sejujurnya kamu menjadikan perusahaan yang sedang kamu lamar sebagai batu loncatan, sebaiknya kamu tidak keceplosan mengutarakan rencana besarmu. Fokuslah pada komitmenmu untuk mengembangkan diri dengan menapak pada jalan yang sama dengan perusahaan.

5. Hobi apa yang sedang disukai saat ini?

Mungkin pertanyaan ini terdengar basa-basi atau sepele. Akan tetapi, pertanyaan ini bertujuan untuk menilah apakah kepribadian kamu cocok atau tidak dengan budaya kerja perusahaan. Jawablah dengan sungguh-sungguh, detail dan disertai dengan alasan yang masuk akal. Misalnya saja, kamu bisa menjawab: “Saya suka membaca buku bertema misteri dan teka-teki, jadi saya bisa sedikit belajar tentang cara memecahkan masalah dalam situasi tertentu” bukan “Saya suka membaca buku bertema sains karena menambah wawasan saya” jawaban yang terlalu sederhana akan memberikan kesan bahwa kamu sedang berbohong atau tidak sedang bersungguh-sungguh.

6. Apa yang Biasa Anda Lakukan untuk Menenangkan Diri Jika dalam Kondisi Stress?

Pertanyaan ini diajukan untuk menilai seberapa besar kesabaranmu dalam menghadapi pekerjaan yang banyak dan mendadak. Apakah kamu tipe orang yang mudah menyerah, atau kamu jenis orang yang tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Jawab pertanyaan ini dengan sejujur mungkin jika memang memiliki cara sendiri dalam menenangkan diri seperti mengambil beberapa menit untuk jalan-jalan keluar kantor, atau memejamkan mata bahkan mengambil cuti sehari untuk berlibur. Tidak ada jawaban yang salah, yang salah jika kamu memaksakan pilihan yang tidak cocok dan terkesan berbohong.

7. Sebutkan kelebihan dan kekurangan anda!

Biasanya, pewawancara akan memintamu untuk menyebutkan tiga kelebihan dan kekurangan. Fokuslah untuk menunjukkan kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain, namun sejalan dengan pekerjaan yang sedang kamu lamar. Deskripsikan mengapa kamu memiliki kelebihan tersebut, dan sebutkan hal-hal atau pengalaman yang telah kamu dapatkan dengan kelebihan tersebut.

Sementara itu untuk kekurangan, petakan lagi mana kelemahan yang tidak terlalu mempengaruhi performamu dalam bekerja. Sebaiknya berikan pula solusi yang biasa kamu lakukan untuk menanganinya. Misalnya saja, kamu kurang bisa multitasking. Nyatakan bahwa kamu selalu membuat perencanaan beserta skala prioritas yang akan kamu kerjakan dalam satu hari. Sehingga, beberapa pekerjaan bisa tetap terselesaikan meskipun terdapat banyak pekerjaan dalam hari yang sama.

8. Mengapa anda ingin bekerja atau apa yang Anda ketahui Tentang Perusahaan Ini?

Pertanyaan ini diajukan oleh pewawancara untuk memastikan seberapa besar keinginan kamu. Jika kamu benar-benar ingin bekerja di perusahaan atau profesi yang sedang kamu lamar, kamu akan melakukan riset secara menyeluruh terhadap perusahaan atau profesi tersebut. Memang kamu tidak dituntut untuk mengetahui semuanya. Tapi setidaknya, kamu mengetahui profil perusahaan, sejarah, filosofi, visi dan misi, nilai-nilai yang dijunjung tinggi, serta kecocokanmu dengan pekerjaan yang sedang kamu lamar. 

Sebisa mungkin hindari membandingkan perusahaan atau profesi yang sedang kamu lamar dengan perusahaan atau profesi yang pernah kamu geluti. Selain itu, hindari untuk membahas topik-topik negatif seperti masalah-masalah pada perusahaan tempat kamu pernah bekerja, pendapat yang kurang baik tentang perusahaan, serta membocorkan informasi yang tidak seharusnya diketahui oleh orang lain. Hal tersebut justru akan menurunkan nilaimu di mata pewawancara, serta memberikan kesan bahwa kamu adalah orang yang tidak bisa dipercaya.

Tekankan pada keunggulan perusahaan atau profesi yang kamu lamar, dan tunjukkan minat kamu terhadap keunggulan-keunggulan tersebut.

9. Apa hal yang paling membanggakan dalam karir anda?

Pertanyaan ini hanya mungkin diajukan jika kamu telah memiliki banyak pengalaman kerja. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan kamu mendapatkan pertanyaan serupa meskipun kamu adalah seorang freshgraduate. Hanya saja, pertanyaannya mungkin akan bersifat lebih general, yaitu hal paling membanggakan dalam hidup kamu.

Saat pewawancara mengajukan pertanyaan ini, mereka ingin mengetahui apa yang benar-benar kamu minati dan perasaan positifmu terhadap pekerjaan. Hal tersebut dapat diketahui dari bagaimana kamu mendeskripsikan tentang proyek atau bagaimana kamu menyelesaikan sebuah pekerjaan. Namun, perhatikan bahwa tidak semua proyek membanggakan harus diceritakan. Pilihlah hal yang cukup besar, tapi masih berhubungan dengan pekerjaan yang sedang kamu lamar. Tunjukkan bahwa keterampilan terbaikmu dapat pula menjadi kontribusi yang baik untuk perusahaan saat kamu menjadi karyawan.

10. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami?

Saat wawancara, kamu mungkin berjanji akan memberikan kontribusi yang besar bagi perusahaan. Akan tetapi hati-hati, pewawancara mungkin akan menagih dengan bertanya kapan kira-kira kamu bisa memberikan kontribusi berarti bagi perusahaan.

Sebagai seorang pelamar yang ingin diterima, kamu mungkin akan cenderung memberikan jawaban yang tidak realistis. Misalnya satu bulan, atau bahkan seminggu. Akan tetapi, hal tersebut justru membuatmu terlihat menyedihkan karena terkesan mengemis dengan memberikan janji palsu yang tidak realistis. Pewawancara sangat paham, dan apa yang mereka ingin dengar adalah jawaban yang penuh dengan pertimbangan yang matang. Jika kamu ditodong pertanyaan semacam ini, beritahukan bahwa kamu akan memberikan usaha terbaik untuk memenuhi harapan perusahaan. Akan tetapi, katakana bahwa kamu membutuhkan beberapa bulan untuk mengenal budaya kerja dan seluk-beluk organisasi perusahaan hingga bisa memberikan kontribusi yang berarti.

11. Jika Anda diterima, berapa lama anda akan bekerja di perusahaan ini?

Pertanyaan ini bisa menjadi pertanyaan yang sulit dan menjebak. Tentu, manajer yang akan merekrut kamu ingin tahu seberapa besar keinginanmu untuk bekerja di perusahaan tersebut. Sebaiknya kamu tidak langsung menyebutkan angka berapa tahun akan bersama mereka. Buatlah jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa kamu tertarik berkarier bersama perusahaan untuk mencapai target bersama.

12. Apa beda posisi ini dengan posisi lain yang anda lamar?

Sebenarnya, pewawancara ingin tau apakah kamu melamar untuk pekerjaan lain, seberapa aktif kamu mencari pekerjaan, serta apakah kamu orang yang jujur atau tidak. Jika kamu menjawab hanya melamar pada satu perusahaan saja, pewawancara akan mengasumsikan bahwa kamu sedang berbohong, atau kamu cukup bodoh untuk menggantungkan hidup pada satu pekerjaan saja. Sangat sedikit pelamar yang melamar satu pekerjaan di satu perusahaan saja. Oleh karena itu, jawablah dengan jujur.

Jika mereka bertanya keunggulan dan kelemahan tiap perusahaan atau profesi yang kamu lamar, hindari untuk memberikan gambaran yang jelas kecuali kamu sudah pernah bekerja dalam perusahaan atau posisi tersebut. Jika kamu memberikan penjabaran yang lengkap tentang kelemahan dan kelebihan perusahaan sedangkan kamu tidak pernah bekerja di sana, maka kamu sedang mempermalukan dirimu sendiri. Sebaiknya, katakan bahwa ada beberapa perusahaan yang menginterviu kamu, namun kamu belum membuat keputusan terbaik untuk karirmu.

13. Setelah membaca CV anda, kami rasa kualifikasi anda terlalu tinggi untuk profesi ini. Bagaimana menurut anda?

Jika pewawancara menyatakan demikian, maka jangan langsung berkecil hati. Sesungguhnya mereka tertarik denganmu, namun ingin membuka negosiasi. Akan tetapi, kamu tidak seharusnya besar kepala dengan pujian tersebut. Bisa saja pewawancara ingin melihat reaksi dari jawabanmu. 

kamu benar-benar ingin berkerja di perusahaan tersebut, tetaplah rendah hati. Tekan egomu dengan tidak meninggikan diri sendiri. Jangan sampai kamu terjebak dengan meminta gaji yang tinggi padahal kamu belum melakukan apa pun untuk perusahaan.

14. Jenis bos atau partner kerja seperti apa yang paling buruk dan paling sukses bekerja sama dengan Anda?

Jika kamu pernah bekerja sebelumnya, pewawancara tentu ingin tahu apakah kamu memiliki konflik dengan karyawan atau bosmu. 

Jika kamu bercerita tentang kejelekan mantan bos atau rekan kerja, maka kamu telah terjebak dalam perangkap yang telah disiapkan oleh pewawancara. Agar tetap mendapatkan citra baik di mata pewawancara, berikanlah jawaban yang positif dan optimis. Misalnya saja “Karakter seseorang tidak terlalu mempengaruhi kinerja saya. Selama ini saya bisa bekerja dengan baik bersama banyak orang dengan kepribadian yang berbeda.” 

Kalaupun mereka mendesakmu untuk bercerita tentang bos atau rekan kerja lamamu, katakanlah sesuatu yang positif tentang mereka. Jadilah elegan dengan tidak menjelek-jelekkan orang lain.

15. Mengapa anda meninggalkan pekerjaan sebelumnya?

Meskipun sudah membaca CV kamu, pewawancara ingin tahu preferensi dan alasan-alasan personal yang tidak kamu jabarkan di sana. Misalnya saja alasan mengapa kamu meninggalkan pekerjaan sebelumnya. Meskipun terkadang personal, kamu tidak seharusnya menyebutkan konflik-konflik personal jika memang ada.

Agar lebih elegan, sebaiknya kamu tidak berfokus pada alasan-alasan yang membuatmu meninggalkan pekerjaan lama. Jawablah bahwa kamu merasa tidak mendapatkan perkembangan yang signifikan, dan sedang mencari posisi yang mampu membuatmu lebih berkembang. Tunjukkan bahwa kamu orang yang ingin selalu belajar, tertarik pada hal-hal baru, dan mampu membawa inovasi dan perubahan besar pada perusahaan yang sedang kamu lamar.

16. Jika memiliki kesempatan untuk memilih perusahaan dan jabatan, di mana anda ingin bekerja?

Sebenarnya, pewawancara ingin mengetahui tipe perusahaan atau pekerjaan idamanmu. Jika kamu menjawab perusahaan lain sebagai perusahaan idaman, maka hal tersebut akan membuat pewawancara ragu. Akan tetapi, kamu tetap harus jujur bahwa kamu melamar pekerjaan di perusahaan lainnya.

Katakan saja kamu sedang mencari-cari perusahaan yang cocok dengan minat dan keahlianmu. Dan tekankan bahwa pencapaian perusahaan yang kamu lamar membuatmu terkesima dan kamu tertarik untuk membuat atau bergabung dalam pencapaian serupa. Artinya, kamu benar-benar hatus tahu seluk-beluk perusahaan yang kamu lamar, dan sebisa mungkin mencocokkannya dengan minat dan keahlianmu.

17. Apakah Anda pernah berpikir untuk menjadi seorang pengusaha?

Karyawan sering kali tergoda untuk menjadi seorang pengusaha dengan membuka bisnis sampingan saat bekerja di suatu perusahaan. Hal ini terkadang menjadi ancaman bagi perusahaan karena karyawan tidak bisa memberikan usaha terbaiknya untuk pekerjaannya. Di sisi lain, ada juga perusahaan yang mengasah keterampilan enterpreneurship karyawan agar dapat menjalankan lini bisnis di perusahaan tersebut.

Jika kamu memang memiliki keinginan dan pernah membuka usaha, katakanlah terus terang namun tidak dengan menggebu-gebu. Bisa jadi perusahaan yang kamu lamar tidak mencari karyawan yang memiliki keterampilan berbisnis. Tekankan bahwa kamu pernah melakukannya namun sepertinya kurang cocok untukmu. Jelaskan bahwa bekerja di perusahaan dan menjadi bagian dari tim lebih sesuai untukmu. Selain itu, katakana bahwa kamu lebih menikmati bekerja spesifik di suatu bidang daripada mengurus hal-hal bersifat umum dan operasional sebagai seorang pengusaha.

18. Mengapa anda belum mendapatkan pekerjaan idaman di usia Anda saat ini?

Pertanyaan ini tentu menjadi pemicu emosi apabila kamu tidak melihatnya dengan kepala dingin. Di satu sisi, pewawancara seolah sengaja ingin memancing emosimu. Tapi di sisi lainnya, mereka ingin mendapatkan jawaban yang jujur dan tidak defensi. Mereka ingin tahu tipe pekerjaan idaman seperti apa yang kamu inginkan, dan apakah perusahaan mereka hanya sekadar batu loncatan atau tujuan akhir dari perjalananmu. 

Beritahukan pewawancara bahwa inilah alasanmu mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Tekankan bahwa posisi yang sedang kamu lamar adalah posisi yang pas dan sesuai dengan keterampilan di usiamu saat ini. Katakan bahwa kamu berharap nantinya bisa berkarir dan mengembangkan diri di perusahaan mereka.

19. Berapa Gaji yang Anda Inginkan?

Berikan dirimu harga yang pantas dan sesuai dengan kemampuan dan beban kerja yang kira-kira akan kamu dapatkan jika diterima bekerja dan jelaskan kenapa harga itu pantas untuk kamu ajukan, atau bisa jawab seperti ini “biasanya harga untuk posisi seperti ini dengan pengalaman yang sudah sebanyak ini adalah Rpxxx-Rpxxx dan rasa saya ingin mengajukan yang cocok untuk saya adalah Rpxxx”.Biasanya akan ada negosiasi mengenai gaji setelah mengajukan jumlah gaji yang diinginkan jadi tidak apa-apa jika mengajukan dengan harga paling tinggi pada awal negosiasi.

20. Apakah ada Pertanyaan?

Jika pewawancara mengajukan pertanyaan ini padamu, jangan sekali pun menjawab tidak. Karena itu akan membuat pihak perusahaan merasa kamu tidak benar-benar tertarik bekerja disana. Jawablah dengan pertanyaan-pertanyaan yang cukup sederhana. Misalnya bertanya tentang kapan kira-kira kamu bisa mendapatkan kabar tentang hasil interview. Kamu juga bisa bertanya tentang budaya perusahaan, peraturan dan sistem perusahaan yang sedang mewawancarai kamu saat ini. Berikan pertanyaan yang memang benar-benar kamu ingin ketahui.

Itulah 20 pertanyaan jebakan yang wajib kamu waspadai saat menghadiri interview kerja. Semoga kamu lancar untuk menjawab semua pertanyaan dari pewawancara dan segera mendapatkan pekerjaan yang kamu idamkan. Selamat mencoba!

0

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *