Travel

Pulau Tunda Yang Masih Terjaga

darwin effendi Written by darwin effendi
· 1 min read >

Sedang penat dan ingin melarikan diri sejenak dari rutinitas pekerjaan yang melelahkan? Rindu dengan hawa laut yang segar dan menenangkan. Tak perlu jauh-jauh ke Bali untuk mendapatkan destinasi wisata bahari yang tak kalah ciamik dengan pantai cantik dan suasana khas kepulauannya. Pulau Tunda yang ada di Kabupaten Serang, Banten ini bisa menjadi alternatif saat kamu ingin berlibur dan merasakan segarnya hawa laut serta denyut suasana tenang khas pulau. Kebanyakan pulau-pulau yang ada di Provinsi Banten memang tidak berpenghuni, namun di Pulau Tunda ada sebuah desa bernama desa Wargasara yang mendiami kawasan pulau ini. Penduduknya sangat ramah dan menyambut dengan baik wisatawan yang berkunjung ke daerah mereka.

Tunda, adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Laut Jawa, yakni di sebelah utara Teluk Banten. pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Serang, Banten. Menuju Pulau Tunda juga tak sulit. Jika Anda dari Jakarta, maka lakukan perjalanan via darat menuju Pelabuhan Karangantu, Serang, Banten melalui tol Jakarta-Merak. Dari Pelabuhan Karangantu ada kapal nelayan yang berfungsi ganda yakni mengantar para wisatawan ke Pulau Tunda. Perjalanan dengan kapal ini memakan waktu kurang lebih dua jam. Total, perjalanan dari Jakarta menuju pulau Tunda kurang lebih empat jam.

Di Pulau Tunda terdapat 1 desa yaitu Desa Wargasara. Nama Desa tersebut diartikan sebagai Desa yang warganya taat kepada hukum. Pulau tunda saat ini sudah dijadikan sebagai tempat wisata. keindahan pantai dan lautnya yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke pulau tunda.

banyak keseruan yang akan kalian dapatkan. mulai dari snorkling, melihat pertunjukan lumba-lumba / dolphin secara langsung, dan melihat keindahan sunset.

ASAL USUL NAMA PULAU TUNDA

Nama Pulau Tunda tidak sembarang diberikan, ada sebuah sejarah tersendiri dibalik nama pulau yang unik ini. Dahulu, pada masa kerajaan Banten masih berdiri, pulau ini adalah tempat persinggahan bagi Sultan Hasanuddin yang merupakan ayahanda dari Sunan Gunung Djati (salah seorang wali songo) yang hendak melanjutkan perjalanan ke Cirebon. Perjalanan mereka harus tertunda dan mereka menunggu di pulau itu karena cuaca yang buruk. Inilah asal mula kenapa nama pulau ini lantas disebut dengan Pulau Tunda.

TERDAPAT LUMBA-LUMBA DAN BIOTA YANG MASIH ALAMI

Tak perlu jauh-jauh ke pantai Lovina di Bali untuk menyaksikan lumba-lumba di lautan lepas. Pulau Tunda beruntung karena kerap disinggahi lumba-lumba yang kerap kali muncul ke atas permukaan laut dan cukup jinak untuk didekati wisatawan dengan perahu. Biasanya, pagi hari setelah matahari terbit adalah waktu yang paling baik bagi para wisatawan bila ingin berjumpa dengan lumba-lumba. Siap-siap bangun pagi ya!

biota laut yang ada di pulau ini masih sangat terjaga. Koral-koral dan hewan-hewan lautnya sangat cantik dan lincah berenang kesana kemari dan bisa kamu nikmati saat snorkeling dan diving. Saat laut tenang, lumba-lumba pun akan hadir ke pantai dan menjadi suguhan atraksi alam gratis yang menakjubkan. Segera berkemas dan lakukan traveling wisata ke pulau Tunda, di jamin kalian pasti ketagihan.

Written by darwin effendi
Berkelana mencari makna kehidupan dan jatuh cinta Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *