Sering Dianggap Bodoh? Ini Cara Menjadi Pintar Tanpa Gagal!

Anak yang pintar biasanya mewarisi kepintaran dari satu atau kedua orang tuanya. Anak seorang guru atau dosen biasanya memiliki kemungkinan untuk lebih berprestasi secara akademis dibandingkan anak karyawan kantoran. Begitu pula sebaliknya.

Secara umum, kepintaran meliputi dua jenis, yaitu kepintaran yang terkristalisasi dan penalaran fluida. Kepintaran yang terkristalisasi mengacu pada kecerdasan terkait kosa kata, pengetahuan dan pengetahuan. Biasanya, kepintaran semacam ini akan meningkat seiring bertambahnya usia. Sementara itu, penalaran fluida meliputi kemampuan untuk berpikir secara abstrak. 

Akan tetapi, kepintaran tidak diwariskan secara biologis. Anak seorang guru atau dosen memiliki kepintaran di atas rata-rata hanya karena kebiasaan dan lingkungan tempat ia besar mendukung bagi perkembangan pola pikirnya. Oleh karena itu, sangat mungkin bagi seseorang untuk meningkatkan kadar kepintarna atau kecedasan melalui cara-cara tertentu.

Jadi bagi kamu yang dianggap bodoh atau memiliki kerabat yang dikucilkan karena tidak pintar, jangan langsung berkecil hati. Karena sesungguhnya kepintaran seseorang bisa ditingkatkan. Lalu bagaimana caranya? Berikut kami sajikan cara menjadi pintar yang sudah teruji secara ilmiah!

1. Aktif Secara Fisik

Olah raga teratur menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja fungsi otak. Selain itu dengan rutin berolahraga, aktivitas hippocampusmu juga akan meningkat, sehingga mampu menunjang memori dan daya ingat. Jadi, jika masalahmu adalah gampang lupa dalam mengingat pelajaran, mungkin yang kamu butuhkan adalah sesekali ke luar ruangan dan melakukan senam. Kegiatan fisik yang rutin dapat mendorong pertumbuhan neuron, serta memperbaiki struktur dan fungsi otak. Kamu tidak perlu melakukan olah raga berat dan dalam jangka waktu yang lama. Cukup berjalan-jalan beberapa menit, melakukan peregangan di luar, atau bahkan di dalam ruangan di sela-sela belajarmu.

2. Istirahat yang Cukup

Selain aktif secara fisik, kamu perlu memastikan bahwa tubuhmu cukup mendapatkan waktu istirahat. Kurang tidur memiliki keterkaitan yang erat dengan kinerja ingatan. Jika kamu kesulitan mengingat meskipun sudah mati-matian mengulang, mungkin tidur adalah apa yang kamu butuhkan. Setiap orang memiliki definisi dan kadar tidur cukup yang berbeda. Umumnya, rata-rata orang membutuhkan 8 jam untuk tidur. Tapi jika dirasa itu terlalu banyak dan justru membuatmu pusing atau lelah, kamu bisa mengaturnya menjadi 6 atau 7 jam. Pastikan saja untuk mendapatkan tidur yang cukup. Salah satu indicator bahwa kamu mendapatkan tidur yang cukup adalah mendapati diri dalam keadaan yang segar saat bangun.

3. Meditasi

Di sela-sela kesibukanmu, tidak ada salahnya untuk melakukan meditasi. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa meditasi yang rutin dapat membantu meningkatkan perhatian, kemampuan pengenalan, memori dan fokus. Selain itu, melakukan meditasi dapat membantumu untuk menghilangkan kecemasan dan membuatmu lebih mudah untuk terlelap. Para peneliti berspekulasi bahwa efek kognitif ini disebabkan oleh manfaat emosional dari meditasi. Kamu bisa menghadiri kelas meditasi, mendengarkan instrument meditasi sendiri, atau bahkan menginstal aplikasi khusus untuk meditasi.

4. Minum Kopi

Adenosine adalah zat kimia otak yang dalam beberapa kasus justru dapat menghambat kinerja otak. Namun, kafein dalam kopi dapat menjadi solusi sehingga otak bekerja lebih efekti. Selain itu, kopi juga memberikan peminumnya energi ekstra. Ini dapat membantu mendukung pembelajaran dan kinerja mental. Asupan kafein dapat meningkatkan perhatian, yang dapat membantu kamu tetap fokus, dan lebih mampu mengambil informasi baru. Namun, pastikan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Efek terbaik kopi hanya akan bisa kamu rasakan pada satu gelas pertama saja. Setelah itu, kopi justru akan membuatmu merasa cemas dan gelisah.

5. Minum Teh Hijau

Selain kopi, minuman lain yang bisa membantumu untuk menjadi lebih pintar adalah teh hijau. Jika kopi mengandalkan rasa dan kandungan kafein, tidak dengan teh. Aroma teh hijau dapat membuat kamu rileks, sehingga fungsi otak akan bekerja dengan lebih baik. Teh hijau juga kaya akan zat kimia yang disebut epigallocatechin gallate. Zat ini dapat memfasilitasi pertumbuhan akson dan dendrit pada neuron. Akson dan dendrit memungkinkan neuron untuk berkomunikasi dan menyelesaikan tugas kognitif. Kebiasaan minum teh hijau dapat secara berangsur-angsur meningkatkan perhatian dan daya ingat. Ini kemungkinan karena kombinasi beberapa komponen bermanfaat dalam teh hijau, daripada satu zat tunggal.

6. Makanan Kaya Nutrisi

Agar bisa tumbuh dan bekerja dengan optimal, otak membutuhkan asupan nutrisi terbaik. Terutama makanan yang mengandung asam lemak omega-3, flavonoid dan fitamin K. Jenis makanan yang kaya akan omega-3 antara lain ikan makarel, tiram, dan sarden. Kamu bisa memenuhi kebutuhan flavonoidmu dengan mengonsumsi apel, sirsak, dan kacang kedelai. Sementara untuk vitamin K, kamu bisa menemukannya di hampir semua jenis buah-buahan, sayuran hijau, kacang-kacangan dan minyak nabati. Asupan nutrisi yang terpenuhi sangat penting khususnya pada tahap perkembangan otak. Jika kamu ingin memiliki anak yang pintar, maka sebaiknya kamu memenuhi asupan nutrisi penting bagi otak selagi mereka masih balita. Tapi bukan berarti terlambat untuk melakukannya di usia tua. Jenis makanan kaya nutrisi tetap bisa mendukung kinerja otakmu sehingga kamu bisa menjadi lebih pintar dari sebelumnya.

7. Musik Instrumen

Sepertihalnya meditasi, mendengarkan musik instrument dapat membuat kamu lebih rileks, meningkatkan fokus, serta fungsi saraf kamu. Akan tetapi, belajar untuk memainkan musik instrument memiliki dampak yang lebih besar dari itu. Jika kamu seorang musisi yang berpengalaman, tantang dirimu dengan mempelajari lagu atau genre baru. Jika kamu tidak tahu cara memainkan alat musik, ingatlah bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai. Kamu dapat menemukan banyak video cara-online gratis untuk membantumu memulai.

8. Membaca dan Menulis

Membaca membantumu meningkatkan fungsi kognitif otak. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa dengan rutin membaca, kamu akan terhindari dari resiko Alzheimer dan memiliki memori atau ingatan yang lebih kuat dari orang kebanyakan. Kamu tidak perlu membaca satu buku setiap hari. Luangkan waktu untuk membaca satu bab, atau minimal 15-20 menit setiap hari. Kamu tidak harus membaca buku sains atau bacaan berat lainnya. Kamu bisa memulai kebiasaan membaca dengan sesuatu yang lebih ringan seperti bacaan humor, novel roman picisan, dan lain sebagainya. Akan tetapi, membaca saja tidak cukup. Agar apa yang kamu baca benar-benar membekas di kepalamu, mulailah untuk menulis. Biasakan untuk membuat review dari apa yang kamu baca. Hal ini akan melatih bentuk komunikasi dalam bentuk tertulismu.

9. Belajar Hal Baru

Orang-orang pintar selalu melatih dirinya menjadi orang yang lebih dari kebanyakan. Mereka selalu ingin belajar, terutama hal-hal baru yang mereka temui. Untuk menjadi orang pintar, tentu kamu harus selalu belajar. Belajar dari sumber apapun. Menjadi orang yang pintar tidak hanya cukup mendapatkan ilmu dari pendidikan formal saja. Itu semua tidak cukup, kamu harus mendapatkan sumber-sumber ilmu dari luar untuk terus mengasah otakmu. Orang yang selalu ingin belajar, mereka selalu ingin di kritik dan berpikir objektif untuk bisa menghasilkan berbagai ilmu yang mereka sukai. Cara inilah yang akan memudahkan kamu untuk menjadi orang yang pintar dan selalu berbahagia.

10. Bersosialisasi

Kepintaran atau pengetahuan tidak akan pernah ada gunanya jika kita tidak memiliki keterampilan untuk menyampaikannya. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara yang paling sederhana, yaitu dengan menyapa tetangga atau teman di sekitar kita. Memiliki jaringan pertemanan yang luas dapat memberikan dampak yang luar biasa. Dengan bercakap-cakap, kita bisa bertukar informasi yang bahkan mungkin tidak ada di buku manapun. Tapi sebelumnya, pastikan untuk bergabung dalam percakapan yang benar-benar berfaedah ya guys. Jangan sampai pergaulan kita hanya sebatas membicarakan keburukan orang lain atau topik remeh lainnya.

Pada akhirnya, tidak ada cara yang instan untuk menjadi pintar. Beberapa orang memang terlihat sudah pintar sejak lahir. Akan tetapi, pandangan itu salah besar. Apa yang sesungguhnya terjadi adalah bahwasanya mereka telah tanpa sadar melakukan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung perkembangan pola pikirnya. Oleh sebab itu, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki car akita hidup agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. Selamat mencoba!

1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *